Apakah cinta cukup untuk mempertahankan rumah tangga? Bukankah menikahi seseorang adalah juga menikahi keluarganya? Intan yang terpaksa tinggal bersama keluarga Damar, suaminya, harus beradaptasi dengan keadaan ekonomi rumah yang sedang terpuruk itu.
Tuntutan-tuntutan dari keluarga Damar semakin mempengaruhi hubungan rumah tangga mereka berdua, membuat mimpi-mimpi akan indahnya pernikahan harus tergadaikan. Intan perlahan merasa diperlakukan sebagai pembantu, dan bukannya menantu. Keluarga suami yang diharapkan menjadi keluarga baru, semakin terasa seperti hama yang menggerogoti dirinya.
Sebagai anak tertua dan tumpuan keluarganya, Damar dihadapkan dua pilihan: memenuhi kebutuhan ibu dan adik-adiknya atau mewujudkan mimpi keluarga kecilnya bersama Intan.